Kamis, 17 Maret 2016

BAB 2



Identitas Bab
Judul Bab      : Bab 2
Tebal Bab      : 19 halaman

SINOPSIS:
Cinta itu adalah sebuah rasa yang sangat abadi. Yang dimiliki oleh setiap manusia didalam hati yang paling dalam dan tidak akan mampu ditangkap oleh mata. Bisa jadi cinta itu adalah sebuah keabstrakan yang sangat abstrak. Itulah definisi cinta menurut Nawaira. Saat salwa berceloteh ria disela-sela penjelasan Bu Anjar kalau salwa jatuh cita pada Mario. Mario adalah senior mereka disekolah. Sepulangnya dari sekolah Nawaira menemukan sebuah kertas yang diikat dengan pita berwarna biru. Kertas tersebut berisi sebuah puisi. Mereka berdua pergi kekantin dan Nawaira membuka kertas tersebut. Lidia teman sekelas Nawaira menyangka kalau puisi tersebut dibuat oleh Andika, karena dikertas tersebut tecantum inisial “A”. Komentar Lidia kepada Nawaira sambil membaca buku. Lalu mereka berdua pun berceloteh mengomentari surat tersebut dikantin sekolah. Lidia mengatakan kalau Nawaira harus segera membalas surat itu karena Lidia yakin yang mengirim surat adalah Andika. Dan akhirnya Nawaira membalas surat tersebut. Dan ternyata inisial “A” itu bukan Andika melainkan Agra teman sekelas Nawaira. Ternyata dugaan Lidia salah. Dan Nawaira pun merasa malu karena diejek teman-temannya.

Unsur Intrinsik Novel :
1. Tema                      : Pencarian Cinta dan Jati Diri
2. Latar Belakang     : Kantin sekolah, ruang kelas
3. Waktu                    : Pagi Hari, siang hari
4. Suasana                 : Membingungkan
5. Alur                        : Maju
6. Amanat                  : Jangan mengira-ngira karena belum tentu itu benar
7. Penokohan            : Nawaira : kege-eran, Lidia : kutu buku
8. Sudut Pandang      : Menggunakan sudut pandang orang pertama



Kesimpulan : Kesimpulan pada bab 2 ini yaitu Nawaira mulai merasakan jatuh cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar