BAB II
PENDUDUK, MASYARAKAT, dan KEBUDAYAAN
A. PERTUMBUHAN PENDUDUK
·
Menuliskan
Perkembangan Penduduk Dunia dengan Menggunakan Tabel
Kita bisa lihat tabel dibawah ini yang saya
ambil contoh dari tahun – tahun sebelumnya Perkembangan Penduduk Dunia pada
tahun 1950 sampai 2008.
China
|
562,579,779
|
China
|
1,333,207,572
|
|||||
USA
|
152,271,000
|
India
|
1,154,845,005
|
|||||
Russia
|
101,936,816
|
USA
|
304,838,948
|
|||||
Japan
|
83,805,000
|
Indonesia
|
238,567,492
|
|||||
Brazil
|
197,254,181
|
|||||||
World
|
2,555,948,654
|
World
|
6,736,383,012
|
|||||
Populasi
tahun 1950
|
Populasi
tahun 2008
|
|||||||
Bisa kita lihat
rata - rata setiap negera penduduknya bisa bertambah hingga 2x lipatnya. Lalu
perkembangan penduduk dunianya bertambah hingga 3x lipatnya. Itu berarti
penduduk dunia sangat pesat pertumbuhannya.
·
Menuliskan Penggandaan Penduduk Dunia dengan
Menggunakan Tabel
Tahun
penggandaan
|
Perkiraan penduduk dunia
|
Waktu
|
800 SM
|
5 juta
|
-
|
1650 tahun
|
500 juta
|
1500
|
1830 tahun
|
1 milyard
|
180
|
1930 tahun
|
2 milyard
|
100
|
1975 tahun
|
4 milyard
|
45
|
Sumber :
Ehrlich, Paul, R, et al, Human Ecology W.H. Freeman and Co San Fransisco.
Menggunakan
interpolasi linear dari perkiraan UNDESA, populasi dunia telah meningkat dua
kali lipat atau akan dua kali lipat dalam tahun-tahun berikutnya (dengan dua
titik tolak yang berbeda). Perhatikan bagaimana, selama 2 milenium, menggandakan
masing-masing mengambil kira-kira setengah selama dua kali lipat sebelumnya,
pas model pertumbuhan hiperbolik disebutkan di atas. Namun, tidak mungkin bahwa
akan ada penggandaan lain dalam abad ini.
·
Menyebutkan faktor-faktor demografi
yang mempengaruhi pertambahan penduduk
Waktu
penggandaan penduduk dunia selanjutnya diperkirakan 35 tahun.
Pertumbuhan
penduduk di dunia ini makin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan
yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, dan sebagainya.
Dengan begitu, maka bertambahlah sistem matapencaharian hidup menjadi lebih
kompleks.
Secara umum
ada tiga faktor utama demografi yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk, di
antaranya sebagai berikut:
1. Kelahiran
(Fertilitas)
Kelahiran
adalah istilah dalam demografi yang mengindikasikan jumlah anak yang dilahirkan
hidup, atau dalam pengertian lain fasilitas adalah hasil produksi yang nyata
dari fekunditas seorang wanita. Berikun ini penjelasan mengenai pengukuran
fertilitas:
a.
Pengukuran fasilitas tahunan adalah pengukuran kelahiran bayi pada tahun
tertentu dihubungkan dengan jumlah penduduk pada tahun tersebut. Adapun
ukuran-ukuran fertilitas tahunan adalah:
§ Tingkat fertilitas kasar (crude
birth rate) adalah banyaknya kelahiran hidup pada satu tahun tertentu tiap
1000 penduduk.
§
Tingkat
fertilitas umum (general fertility rate) adalah jumlah kelahiran hidup
per-1000 wanita usia reproduksi (usia 14-49 atau 14-44 tahun) pada tahun
tertentu.
§
Tingkat
fertilitas menurut umur (age specific fertility rate) adalah perhitungan
tingkat fertilitas perempuan pada tiap kelompok umur dan tahun tertentu.
§ Tingkat ferlititas menurut ukuran
urutan penduduk (birth order specific fertility rates) adalah
perhitungan fertilitas menurut urutan kelahiran bayi oleh wanita pada umur dan
tahun tertentu.
b.
Pengukuran fertilitas komulatif adalah pengukuran jumlah rata-rata anak yang
dilahirkan oleh seorang perempuan hingga mengakhiri batas usia suburnya.Adapun
ukurannya adalah:
- Tingkat
fertilitas total adalah jumlah kelahiran hidup laki-laki dan perempuan jumlah
tiap 1000 penduduk yang hidup hingga akhir masa reproduksinya dengan catatan
tidak ada seorang perempuan yang meninggal sebelum mengakhiri masa
reproduksinya dan tingkat fertilitas menurut umur tidak berubah pada priode
waktu tertentu.
- Gross
reproduction rates adalah jumlah kelahiran bayi perempuan oleh 1000
perempuan sepanjang masa reproduksinya dengan catatan tidak ada seorang
perempuan yang meninggal sebelum mengakhiri masa produksinya.
2. Kematian
(mortalitas)
Kematian
adalah ukuran jumlah kematian umumnya karena akibat yang spesifik pada suatu
populasi. Mortalitas khusus mengekspresikan pada jumlah satuan kematian per-
1000 individu per-tahun, hingga rata-rata mortalitas sebesar 9,5 berarti pada
populasi 100.000 terdapat 950 kematian per-tahun.
3. Perpindahan
(migrasi)
Migrasi
adalah peristiwa berpindahnya suatu organisme dari suatu tempat ke tempat
lainnya. Dalam banyak kasus organisme bermigrasi untuk mencari sumber cadangan makanan
yang baru untuk menghindari kelangkaan yang mungkin terjadi karena datangnya
musim dingin atau kerana over populasi.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi tinggi rendahnya fertalitas penduduk:
1. Faktor
demografi, antara lain adalah:
-
Struktur
umur
-
Struktur
perkawinan
-
Umur kawin
pertama
-
Paritas
-
Disrupsi
perkawinan
-
Proporsi
yang kawin
2. Faktor non demografi,
antara lain adalah:
-
Keadaan
ekonomi penduduk
-
Perbaikan
status perempuan
-
Tingkat
pendidikan
-
Urbanisasi
dan industrialisasi.
·
Menuliskan
rumus tingkat kematian yang kasar
Tingkat
kematian kasar adalah tingkat kematian yang tidak dapat kita perkirakan setiap
pertahunnya.
Rumus
tingkat kematian kasar :
·
Menuliskan
rumus tingkat kematian khusus
Tingkat kematian khusus adalah suatu aspek yang menjelaskan usia,jenis
kelamin,pendidikan,pekerjaan.
Rumus tingkat kematian khusus :
·
Menuliskan
angka kelahiran
Angka kelahiran merupakan suatu faktor yang
menyebabkan terjadinya kenaikan kependudukan di suatu Negara ditambah dengan
tekhnologi yang semakin canggih sehingga kelhiran seorang anak bisa dipercepat
apa bila semua Ini terjadi terus menerus maka tidak akan mungkin bila kepadatan
penduduk akan terjadi di seluruh di dunia.
Meskipun tingkat fertilitas sudah menurun, kalau jumlah ibunya besar, sebagai akibat tingkat kelahiran yang tinggi dimasa lalu serta perbaikan kesehatan, maka jumlah bayi yang lahir setelah tahun 2000 masih tetap banyak jumlahnya. Tiap tiap tahun jumlah kelahiran bayi di Indonesia mencapai sekitar 4,5 juta bayi. Di kabupaten atau kota yang masih mempunyai tingkat fertilitas tinggi atau yang KB-nya kurang berhasil, jumlah bayi yang lahir tiap tahunnya akan lebih banyak dibandingkan dengan kabupaten atau kota yang program KB-nya berhasil menurunkan tingkat fertilitas. Kabupaten atau kota yang masih mempunyai jumlah kelahiran yang besar akan menghadapi konsekuensi pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar atas kelahiran bayi-bayi ini, saat ini dan seterusnya sampai bayi-bayi ini mendapatkan perkejaan dan menjadi Ibu yang melahirkan generasi penerus. Pengetahuan tentang fertilitas atau kelahiran dan KB serta indikator-indikatornya sangat berguna bagi para penentu kebijakan dan perencana program untuk merencanakan pembangunan sosial terutama kesejahteraan Ibu dan anak.
Meskipun tingkat fertilitas sudah menurun, kalau jumlah ibunya besar, sebagai akibat tingkat kelahiran yang tinggi dimasa lalu serta perbaikan kesehatan, maka jumlah bayi yang lahir setelah tahun 2000 masih tetap banyak jumlahnya. Tiap tiap tahun jumlah kelahiran bayi di Indonesia mencapai sekitar 4,5 juta bayi. Di kabupaten atau kota yang masih mempunyai tingkat fertilitas tinggi atau yang KB-nya kurang berhasil, jumlah bayi yang lahir tiap tahunnya akan lebih banyak dibandingkan dengan kabupaten atau kota yang program KB-nya berhasil menurunkan tingkat fertilitas. Kabupaten atau kota yang masih mempunyai jumlah kelahiran yang besar akan menghadapi konsekuensi pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar atas kelahiran bayi-bayi ini, saat ini dan seterusnya sampai bayi-bayi ini mendapatkan perkejaan dan menjadi Ibu yang melahirkan generasi penerus. Pengetahuan tentang fertilitas atau kelahiran dan KB serta indikator-indikatornya sangat berguna bagi para penentu kebijakan dan perencana program untuk merencanakan pembangunan sosial terutama kesejahteraan Ibu dan anak.
Populasi: 245.613.043 (Juli 2011 est)
Definisi: entri ini memberikan estimasi dari Biro Sensus AS berdasarkan statistik dari sensus penduduk, penting statistik pendaftaran sistem, atau survei sampel yang berkaitan dengan masa lalu dan pada asumsi tentang tren masa depan. Total populasi menyajikan satu ukuran keseluruhan dari dampak potensial dari negara di dunia dan di dalam wilayah. Catatan: Mulai dengan Factbook 1993, perkiraan demografis untuk beberapa negara (kebanyakan di Afrika) secara eksplisit telah diperhitungkan efek dari dampak pertumbuhan epidemi HIV / AIDS. Negara-negara ini saat ini: The Bahamas, Benin, Botswana, Brazil, Burkina Faso, Burma, Burundi, Kamboja, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Pantai Gading, Ethiopia, Gabon, Ghana , Guyana, Haiti, Honduras, Kenya, Lesotho, Malawi, Mozambik, Namibia, Nigeria, Rwanda, Afrika Selatan, Swaziland, Tanzania, Thailand, Togo, Uganda, Zambia, dan Zimbabwe.
• Penduduk Menurut bagan tahun
• Populasi peringkat grafik
• Penduduk – peta komparatif
• Populasi, total – peta tematik – Dunia Indikator Bank
• Populasi, total – perbandingan negara – Bank Dunia Indikator
• Tingkat pertumbuhan populasi
Setara Data Dari Dana Moneter Internasional
Variabel: Populasi
Catatan: Untuk keperluan sensus, jumlah penduduk negara itu terdiri dari semua orang yang jatuh dalam lingkup sensus. Dalam arti luas, total dapat terdiri dari baik semua warga biasa dari negara atau semua orang yang hadir di negara ini pada saat sensus. [Prinsip dan Rekomendasi untuk Sensus Penduduk dan Perumahan, Revisi 1, ayat 2.42]
Unit: Orang
Skala: Jutaan
Negara-spesifik Catatan: Sumber: CEIC data aktual Terbaru: 2010 mata uang domestik Primer: Indonesia Rupiah Data terakhir diperbarui: 09/2011
Sumber: Dana Moneter Internasional – 2011 World Economic Outlook
Tahun Populasi Persen Perubahan
Definisi: entri ini memberikan estimasi dari Biro Sensus AS berdasarkan statistik dari sensus penduduk, penting statistik pendaftaran sistem, atau survei sampel yang berkaitan dengan masa lalu dan pada asumsi tentang tren masa depan. Total populasi menyajikan satu ukuran keseluruhan dari dampak potensial dari negara di dunia dan di dalam wilayah. Catatan: Mulai dengan Factbook 1993, perkiraan demografis untuk beberapa negara (kebanyakan di Afrika) secara eksplisit telah diperhitungkan efek dari dampak pertumbuhan epidemi HIV / AIDS. Negara-negara ini saat ini: The Bahamas, Benin, Botswana, Brazil, Burkina Faso, Burma, Burundi, Kamboja, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Pantai Gading, Ethiopia, Gabon, Ghana , Guyana, Haiti, Honduras, Kenya, Lesotho, Malawi, Mozambik, Namibia, Nigeria, Rwanda, Afrika Selatan, Swaziland, Tanzania, Thailand, Togo, Uganda, Zambia, dan Zimbabwe.
• Penduduk Menurut bagan tahun
• Populasi peringkat grafik
• Penduduk – peta komparatif
• Populasi, total – peta tematik – Dunia Indikator Bank
• Populasi, total – perbandingan negara – Bank Dunia Indikator
• Tingkat pertumbuhan populasi
Setara Data Dari Dana Moneter Internasional
Variabel: Populasi
Catatan: Untuk keperluan sensus, jumlah penduduk negara itu terdiri dari semua orang yang jatuh dalam lingkup sensus. Dalam arti luas, total dapat terdiri dari baik semua warga biasa dari negara atau semua orang yang hadir di negara ini pada saat sensus. [Prinsip dan Rekomendasi untuk Sensus Penduduk dan Perumahan, Revisi 1, ayat 2.42]
Unit: Orang
Skala: Jutaan
Negara-spesifik Catatan: Sumber: CEIC data aktual Terbaru: 2010 mata uang domestik Primer: Indonesia Rupiah Data terakhir diperbarui: 09/2011
Sumber: Dana Moneter Internasional – 2011 World Economic Outlook
Tahun Populasi Persen Perubahan
1980 148.04
1981 151.315 2.21%
1982 154.662 2.21%
1983 158.083 2.21%
1984 161.58 2.21%
1985 164.63 1,89%
1986 168.348 2,26%
1987 172.01 2.18%
1988 175.589 2,08%
1989 179.136 2,02%
1990 179.83 0,39%
1991 182.94 1,73%
1992 186.043 1,70%
1993 189.136 1,66%
1994 192.217 1,63%
1995 195.294 1,60%
1996 198.32 1,55%
1997 201.353 1,53%
1981 151.315 2.21%
1982 154.662 2.21%
1983 158.083 2.21%
1984 161.58 2.21%
1985 164.63 1,89%
1986 168.348 2,26%
1987 172.01 2.18%
1988 175.589 2,08%
1989 179.136 2,02%
1990 179.83 0,39%
1991 182.94 1,73%
1992 186.043 1,70%
1993 189.136 1,66%
1994 192.217 1,63%
1995 195.294 1,60%
1996 198.32 1,55%
1997 201.353 1,53%
·
Menjelaskan
pengertian migrasi
Migrasi adalah
peristiwa berpindahnya suatu organisme dari suatu bioma ke bioma
lainnya. Dalam banyak kasus, organisme bermigrasi untuk mencari
sumber-cadangan-makanan yang baru untuk menghindari kelangkaan makanan yang
mungkin terjadi karena datangnya musim dingin atau karena overpopulasi.
Migrasi manusia adalah perpindahan penduduk dengan tujuan
untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif
(migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan
kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari
suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain. Arus migrasi ini berlangsung
sebagai tanggapan terhadap adanya perbedaan pendapatan antara kota dan desa.
Namun, pendapatan yang dimaksud bukanlah pendapatan aktual, melainkan
penghasilah yang diharapkan(expected income). Kerangka Skematik ini merupakan
aplikasi dari model dekskripsi Todaro mengenai migrasi. Premis dasar yang
dianut dalam model ini adalah bahwa para migran mempertimbangkan dan
membandingkan pasar-pasar tenaga kerja yang tersedia
bagi mereka disektor pedesaan dan perkotaan, serta memilih salah satunya yang
dapat memaksimumkan keuntungan yang diharapkan. Besar kecilnya keuntungan yang
mereka harapkan diukur berdasarkan besar kecilnya selisih antara pendapatan
riil dari pekerjaan dikota dan didesa, angka tersebut merupakan implementasinya
terhadap peluang migran untuk mendapatkan pekerjaan dikota.
·
Menyebutkan
macam-macam migrasi
Berikut adalah macam-macam migrasi :
- Emigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain.
- Imigrasi adalah masuknya penduduk ke dalam suatu daerah negara
tertentu. - Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.
- Transmigrasi adalah perpindahan penduduk antarpulau dalam suatu negara.
- Remigrasi adalah kembalinya penduduk ke negara asal setelah beberapa lama berada di negara orang lain.
·
Menyebutkan
proses migrasi
Proses migrasi dapat
di lihat dengan cara melihat Angka Migrasi. Angka migrasi masuk (mi), yang
menunjukkan banyaknya migran yang masuk per 1000 penduduk di suatu
kabupaten/kota tujuan dalam satu tahun. Angka migrasi keluar (mo), yang
menunjukkan banyaknya migran yang keluar dari suatu kabupaten/kota per 1000
penduduk di kabupaten/kota asal dalam satu tahun. Angka migrasi neto (mn),
yaitu selisih banyaknya migran masuk dan keluar ke dan dari suatu
kabupaten/kota per 1000 penduduk dalam satu tahun.
Alasan yang menyebabkan manusia / orang pelakukan aktifitas migrasi :
1.Alasan Politik /
Politis
Kondisi perpolitikan suatu daerah yang panas atau bergejolak akan membuat penduduk menjadi tidak betah atau kerasan tinggal di wilayah tersebut.
Kondisi perpolitikan suatu daerah yang panas atau bergejolak akan membuat penduduk menjadi tidak betah atau kerasan tinggal di wilayah tersebut.
2. Alasan Sosial
Kemasyarakatan
Adat-istiadat yang
menjadi pedoman kebiasaan suatu daerah dapat menyebabkan seseorang harus
bermigrasi ke tempat lain baik dengan paksaan maupun tidak. Seseorang yang
dikucilkan dari suatu pemukiman akan dengan terpaksa melakukan kegiatan
migrasi.
3. Alasan Agama atau
Kepercayaan
Adanya tekanan atau
paksaan dari suatu ajaran agama untuk berpindah tempat dapat menyebabkan
seseorang melakukan migrasi.
4. Alasan Ekonomi
Biasanya orang miskin
atau golongan bawah yang mencoba mencari peruntungan dengan melakukan migrasi
ke kota. Atau bisa juga kebalikan di mana orang yang kaya pergi ke daerah untuk
membangun atau berekspansi bisnis.
5. Alasan lain
Contohnya seperti
alasan pendidikan, alasan tuntutan pekerjaan, alasan keluarga, alasan cinta,
dan lain sebagainya.
·
Menjelaskan
akibat migrasi
Secara umum
Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu
tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau
batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi
diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara)
ke daerah (negara) lain.
Ada dua dimensi penting dalam penalaahan migrasi, yaitu dimensi ruang/daerah (spasial) dan dimensi waktu.
Ada dua dimensi penting dalam penalaahan migrasi, yaitu dimensi ruang/daerah (spasial) dan dimensi waktu.
Tinjauan
migrasi secara regional sangat penting dilakukan terutama terkait dengan
kepadatan dan distribusi penduduk yang tidak merata.Migrasi salah satu dari
tiga komponen dasar dalam demografi, Migrasi bersama dengan dua komponen
lainnya, kelahiran dan kematian, mempengaruhi dinamika kependudukan di suatu
wilayah.
Berikut ini
adalah akibat yang muncul dari migrasi :
- Pengaruh Kepadatan Penduduk
terhadap Bidang Ekonomi
Dampak kepadatan penduduk terhadap ekonomi adalah pendapatan per kapita berkurang sehingga daya beli masyarakat menurun. Hal ini juga menyebabkan kemampuan menabung masyarakat menurun sehingga dana untuk pembangunan negara berkurang. Ak ibatnya, lapangan kerja menjadi berkurang dan pengangguran makin meningkat. - Pengaruh Kepadatan Penduduk
terhadap Bidang Sosial
Jika lapangan pekerjaan berkurang, maka pengangguran akan men ingkat. Hal ini akan meningkatkan kejahatan. Selain itu, terjadinya urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk mendapatkan pekerjaan yang layak makin meningkatkan penduduk kota. Hal ini berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. - Pengaruh Kepadatan Penduduk
terhadap Lingkungan
Jumlah penduduk yang makin meningkat menyebabkan kebutuhannya makin meningkat pula. Hal ini berdampak negatif pada lingkungan, yaitu: - Pencemaran Lingkungan
Pencemaran atau polusi adalah penambahan segala substansi ke lingkungan akibat aktivitas manusia.
·
Menyebutkan 3
jenis struktur penduduk
Komposisi penduduk adalah suatu Negara yang mempunyai wilayah yang luas dan
juga banyak penduduk didalam satu Negara tersebut, dari penduduk tersebut
banyaknya, akan dikelompokan pada kriteria-kriteria tertentu
Biasanya dalam pengelompokan itu kriteria yang diambil kebanyakan adalah umur, jenis kelamin, mata pencaharian, dan tempat tinggal semua itu dikelompokkan demi tidak terjadi masalah-masalah sepele yang timbul dikarenakan terjadi karena hanya sebuah hal sepele
Dalam suatu keluarga ada kepala keluarga yang mempunyai mata pencaharian sebagai pegawai negeri sipil yang mempunyai gaji sebesar 3 juta rupiah dalm sebulan didalam suatu pengelompokan penduduk kelurga ini termasuk keluaraga yang cukup mampu
Didalam dunia ada 3 jenis struktur yang dipakai dalam satu Negara atau wilayah yang dikelompokan berdasarkan umur yaitu:
• Struktur penduduk muda adalah apabila suatu wilayah atau Negara sebagian besar panduduknya muda struktur ini dimulai dengan umur 0-14 tahun
• Struktur penduduk dewasa adalah apabila suatu wilayah atau Negara sebagian besar panduduknya dewasa struktur ini dimulai dengan 15-64 tahun
• Struktur penduduk tua adalah apabila suatu wilayah atau Negara sebagian besar panduduknya tua tidak terdaftar lagi struktur ini dimulai dari 65 tahu keatas/senja
Biasanya dalam pengelompokan itu kriteria yang diambil kebanyakan adalah umur, jenis kelamin, mata pencaharian, dan tempat tinggal semua itu dikelompokkan demi tidak terjadi masalah-masalah sepele yang timbul dikarenakan terjadi karena hanya sebuah hal sepele
Dalam suatu keluarga ada kepala keluarga yang mempunyai mata pencaharian sebagai pegawai negeri sipil yang mempunyai gaji sebesar 3 juta rupiah dalm sebulan didalam suatu pengelompokan penduduk kelurga ini termasuk keluaraga yang cukup mampu
Didalam dunia ada 3 jenis struktur yang dipakai dalam satu Negara atau wilayah yang dikelompokan berdasarkan umur yaitu:
• Struktur penduduk muda adalah apabila suatu wilayah atau Negara sebagian besar panduduknya muda struktur ini dimulai dengan umur 0-14 tahun
• Struktur penduduk dewasa adalah apabila suatu wilayah atau Negara sebagian besar panduduknya dewasa struktur ini dimulai dengan 15-64 tahun
• Struktur penduduk tua adalah apabila suatu wilayah atau Negara sebagian besar panduduknya tua tidak terdaftar lagi struktur ini dimulai dari 65 tahu keatas/senja
·
Menuliskan
bentuk piramida penduduk stasioner, muda, tua
Bentuk-bentuk Piramida Penduduk
Bentuk piramida penduduk dibadakan menjadi tiga macam yaitu :
Bentuk Limas (Expansive), menunjukkan jumlah
penduduk usia muda lebih banyak dari pada usia dewasa maupun tua, sehingga
pertumbuhan penduduk sangat tinggi, contohnya: Indonesia, Filipina, Mesir,
Nigeria, Brazil.
Bentuk Granat (Stationer), menunjukkan jumlah
usia muda hampir sama dengan usia dewasa, sehingga pertumbuhan penduduk kecil
sekali, contohnya: Amerika Serikat, Belanda, Norwegia, Finlandia.
Bentuk Batu Nisan (Constructive), menunjukkan jumlah
penduduk usia tua lebih besar dari pada usia muda, jumlah penduduk mengalami
penurunan, contohnya: negara-negara yang baru dilanda perang.
Negara-negara berkembang pada umumnya memiliki piramida penduduk berbentuk
limas, sedangkan negara-negara maju umumnya berbentuk granat atau batu nisan.
Piramida Penduduk Expansif memiliki ciri-ciri :
- Sebagian besar berada pada kelompok penduduk muda
- Kelompok usia tua jumlahnya sedikit
- Tingkat kelahiran bayi tinggi
- Pertumbuhan penduduk tinggi
Piramida Penduduk Stasioner memiliki ciri-ciri :
- Penduduk pada tiap kelompok umur hampir sama
- Tingkat kelahiran rendah
- Tingkat kematian rendah
- Pertumbuhan penduduk mendekati nol atau lambat
Piramida Penduduk Constructive memiliki ciri-ciri :
- Sebagian besar penduduk berada kelompok usia dewasa atau tua
- Jumlah penduduk usia muda sangat sedikit
- Tingkat kelahiran lebih rendah dibanding dengan tingkat kematian
- Pertumbuhan penduduk terus berkurang
·
Menjelaskan
pengertian rasio ketergantungan
Rasio Ketergantungan adalah perbandingan antara jumlah penduduk berumur
0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas dibandingkan dengan
jumlah penduduk usia 15-64 tahun. Rasio ketergantungan dapat dilihat menurut
usia yakni Rasio Ketergantungan Muda dan Rasio Ketergantungan Tua. Rasio
ketergantungan dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat
menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara apakah tergolong negara maju atau
negara yang sedang berkembang. Semakin tingginya persentase rasio
ketergantungan menunjukkan semakin tingginya beban yang harus ditanggung
penduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan
tidak produktif lagi.
B. Kebudayaan dan Kepribadian
·
Menjelaskan
pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan di Indonesia
1. Zaman Batu sampai Zaman Logam
Upaya menelusuri sejarah peradaban bangsa Indonesia, mulai dari zaman batu
sampai zaman logam, sungguh akan berliku-liku, memerlukan waktu pembahasan yang
panjang. Berdasarkan pendapat-pendapat para ahli prehistoris, ternyata bahwa
zaman batu itupun terbagi dalam :
– Zaman batu tua (Palaeolithikum)
Alat-alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan
masih kasar, misalnya kapak genggam Kapak genggam semacam itu kita kenal dari
wilayah Eropa, Afrika, Asia Tengah, sampai Punsjab(India), tapi kapak genggam
semacam ini tidak kita temukan di daerah Asia Tenggara. Berdasarkan penelitian
para ahli prehistori, bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa kebudayaan
Neolithikum berupa kapak batu besar ataupun kecil bersegi-segi berasal dari
Cina Selatan, menyebar ke arah selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke
semenanjung Malaka Lalu menyebar ke Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa
Tenggara, sampai ke Flores, dan Sulawesi, dan berlanjut ke Filipina.
Kapak-kapak tersebut diasah sampai mengkilap dan diikat pada tangkai kayu dengan menggunakan rotan. Sebagai tambahan seiring persebaran kapak batu tersebut tersebar pula Bahasa Proto-Austronesia yg merupakan induk dari bahasa dari bangsa-bangsa di sekitar Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik. Karena perkembangannya muncul bahasa melayu yang nantinya di negara Indonesia berkembang menjadi bahasa Indonesia
Kapak-kapak tersebut diasah sampai mengkilap dan diikat pada tangkai kayu dengan menggunakan rotan. Sebagai tambahan seiring persebaran kapak batu tersebut tersebar pula Bahasa Proto-Austronesia yg merupakan induk dari bahasa dari bangsa-bangsa di sekitar Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik. Karena perkembangannya muncul bahasa melayu yang nantinya di negara Indonesia berkembang menjadi bahasa Indonesia
– Zaman batu muda (Neolithikum)
Berdasarkan penelitian para ahli prehistori, bangsa-bangsa Proto
Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu besar maupun kecil
bersegi-segi itu berasal dari Cina Selatan, menyebar kearah selatan, kehilir
sungai-sungai besar sampai ke Semenanjung Malaka. Bersamaan dengan persebaran
budaya kapak-kapak batu itu, tersebar pula bahasa Proto Austronesia. Bahasa
Proto Austronesia sebagai induk atau cikal bakal bahasa dari bangsa-bangsa yang
mendiami pulau-pulau diantara samudra Indonesia & samudra pasifik.
Zaman batu muda (Neolithikum) benar-benar membawa revolusi dalam kehidupan
manusia. Oleh karena itulah mereka mampu membuat aneka ragam senjata berburu
dan berperang serta alat-alat lain yang mereka perlukan. Bangsa-bangsa
Proto-Austronesia yang masuk dari Semenanjung Indo China ke Indonesia itu membawa
kebudayaan Dongson diantaranya berupa senjata-senjata tajam dan kapak berbentuk
sepatu dari bahan perunggu.
·
Menjelaskan
kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam
Proses Masuk dan Berkembangnya Pengaruh Hindu-Buddha
di Indonesia
Pada permulaan tarikh masehi, di Benua Asia terdapat dua negeri besar yang
tingkat peradabannya dianggap sudah tinggi, yaitu India dan Cina.Kedua negeri
ini menjalin hubungan ekonomi dan perdagangan yang baik. Arus lalu lintas
perdagangan dan pelayaran berlangsung melalui jalan darat dan laut. Salah satu
jalur lalu lintas laut yang dilewati India-Cina adalah Selat Malaka. Indonesia
yang terletak di jalur posisi silang dua benua dan dua samudera, serta berada
di dekat Selat Malaka memiliki keuntungan, yaitu:
Sering dikunjungi bangsa-bangsa asing, seperti India, Cina, Arab, dan
Persia,
Kesempatan melakukan hubungan perdagangan internasional terbuka lebar,
Pergaulan dengan bangsa-bangsa lain semakin luas, dan
Pengaruh asing masuk ke Indonesia, seperti Hindu-Budha.
Keterlibatan bangsa Indonesia dalam kegiatan perdagangan dan pelayaran
internasional menyebabkan timbulnya percampuran budaya. India merupakan negara
pertama yang memberikan pengaruh kepada Indonesia, yaitu dalam bentuk budaya
Hindu. Ada beberapa hipotesis yang dikemukakan para ahli tentang proses
masuknya budaya Hindu-Buddha ke Indonesia.
1. Hipotesis Brahmana
1. Hipotesis Brahmana
Hipotesis ini mengungkapkan bahwa kaum brahmana amat berperan dalam upaya
penyebaran budaya Hindu di Indonesia. Para brahmana mendapat undangan dari
penguasa Indonesia untuk menobatkan raja dan memimpin upacara-upacara
keagamaan. Pendukung hipotesis ini adalah Van Leur.
2. Hipotesis Ksatria
2. Hipotesis Ksatria
Pada hipotesis ksatria, peranan penyebaran agama dan budaya Hindu dilakukan
oleh kaum ksatria. Menurut hipotesis ini, di masa lampau di India sering
terjadi peperangan antargolongan di dalam masyarakat. Para prajurit yang kalah
atau jenuh menghadapi perang, lantas meninggalkan India. Rupanya, diantara
mereka ada pula yang sampai ke wilayah Indonesia. Mereka inilah yang kemudian
berusaha mendirikan koloni-koloni baru sebagai tempat tinggalnya. Di tempat itu
pula terjadi proses penyebaran agama dan budaya Hindu. F.D.K. Bosch adalah
salah seorang pendukung hipotesis ksatria.
3. Hipotesis Waisya
3. Hipotesis Waisya
Menurut para pendukung hipotesis waisya, kaum waisya yang berasal dari
kelompok pedagang telah berperan dalam menyebarkan budaya Hindu ke Nusantara.
Para pedagang banyak berhubungan dengan para penguasa beserta rakyatnya.
Jalinan hubungan itu telah membuka peluang bagi terjadinya proses penyebaran
budaya Hindu. N.J. Krom adalah salah satu pendukung dari hipotesis waisya.
4. Hipotesis Sudra
4. Hipotesis Sudra
Von van Faber mengungkapkan bahwa peperangan yang tejadi di India telah
menyebabkan golongan sudra menjadi orang buangan. Mereka kemudian meninggalkan
India dengan mengikuti kaum waisya. Dengan jumlah yang besar, diduga golongan
sudralah yang memberi andil dalam penyebaran budaya Hindu ke Nusantara.
Selain pendapat di atas, para ahli menduga banyak pemuda di wilayah Indonesia yang belajar agama Hindu dan Buddha ke India. Di perantauan mereka mendirikan organisasi yang disebut Sanggha. Setelah memperoleh ilmu yang banyak, mereka kembali untuk menyebarkannya. Pendapat semacam ini disebut Teori Arus Balik.
Selain pendapat di atas, para ahli menduga banyak pemuda di wilayah Indonesia yang belajar agama Hindu dan Buddha ke India. Di perantauan mereka mendirikan organisasi yang disebut Sanggha. Setelah memperoleh ilmu yang banyak, mereka kembali untuk menyebarkannya. Pendapat semacam ini disebut Teori Arus Balik.
Pada umumnya para ahli cenderung kepada pendapat yang menyatakan bahwa
masuknya budaya Hindu ke Indonesia itu dibawa dan disebarluaskan oleh
orang-orang Indonesia sendiri. Bukti tertua pengaruh budaya India di Indonesia
adalah penemuan arca perunggu Buddha di daerah Sempaga (Sulawesi Selatan).
Dilihat dari bentuknya, arca ini mempunyai langgam yang sama dengan arca yang
dibuat di Amarawati (India). Para ahli memperkirakan, arca Buddha tersebut
merupakan barang dagangan atau barang persembahan untuk bangunan suci agama
Buddha. Selain itu, banyak pula ditemukan prasasti tertua dalam bahasa
Sanskerta dan Malayu kuno. Berita yang disampaikan prasasti-prasasti itu
memberi petunjuk bahwa budaya Hindu menyebar di Kerajaan Sriwijaya pada abad
ke-7 Masehi.
Masuknya pengaruh unsur kebudayaan Hindu-Buddha dari India telah mengubah dan
menambah khasanah budaya Indonesia dalam beberapa aspek kehidupan.
1. Agama
Ketika memasuki zaman sejarah, masyarakat di Indonesia telah menganut
kepercayaan animisme dan dinamisme. Masyarakat mulai menerima sistem
kepercayaan baru, yaitu agama Hindu-Buddha sejak berinteraksi dengan
orang-orang India. Budaya baru tersebut membawa perubahan pada kehidupan
keagamaan, misalnya dalam hal tata krama, upacara-upacara pemujaan, dan bentuk
tempat peribadatan.
2. Pemerintahan
2. Pemerintahan
Sistem pemerintahan kerajaan dikenalkan oleh orang-orang India. Dalam
sistem ini kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu dengan kepemilikan
wilayah yang luas. Kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak atas tampuk
kekuasaan kerajaan. Oleh karena itu, lahir kerajaan-kerajaan, seperti Kutai,
Tarumanegara, dan Sriwijaya.
3. Arsitektur
3. Arsitektur
Salah satu tradisi megalitikum adalah bangunan punden berundak-undak.
Tradisi tersebut berpadu dengan budaya India yang mengilhami pembuatan bangunan
candi. Jika kita memperhatikan Candi Borobudur, akan terlihat bahwa bangunannya
berbentuk limas yang berundak-undak. Hal ini menjadi bukti adanya paduan budaya
India-Indonesia.
4. Bahasa
Kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia meninggalkan beberapa prasasti
yang sebagian besar berhuruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta. Dalam
perkembangan selanjutnya bahkan hingga saat ini, bahasa Indonesia memperkaya
diri dengan bahasa Sanskerta itu. Kalimat atau kata-kata bahasa Indonesia yang
merupakan hasil serapan dari bahasa Sanskerta, yaitu Pancasila, Dasa Dharma,
Kartika Eka Paksi, Parasamya Purnakarya Nugraha, dan sebagainya.
5. Sastra
5. Sastra
Berkembangnya pengaruh India di Indonesia membawa kemajuan besar dalam
bidang sastra. Karya sastra terkenal yang mereka bawa adalah kitab Ramayana dan
Mahabharata. Adanya kitab-kitab itu memacu para pujangga Indonesia untuk
menghasilkan karya sendiri. Karya-karya sastra yang muncul di Indonesia adalah:
·
Arjunawiwaha, karya Mpu Kanwa,
·
Sutasoma, karya Mpu Tantular, dan
·
Negarakertagama, karya Mpu Prapanca.
Perkembangan
Agama dan Kebudayaan Hindu di Indonesia
Agama Hindu berkembang di India pada ± tahun 1500 SM. Sumber ajaran Hindu
terdapat dalam kitab sucinya yaitu Weda. Kitab Weda terdiri atas 4 Samhita atau
“himpunan” yaitu:
·
Reg Weda, berisi syair puji-pujian kepada para dewa.
·
Sama Weda, berisi nyanyian-nyanyian suci.
·
Yajur Weda, berisi mantera-mantera untuk upacara keselamatan.
·
Atharwa Weda, berisi doa-doa untuk penyembuhan penyakit.
Di samping kitab Weda, umat Hindu juga memiliki kitab suci lainnya yaitu:
·
Kitab Brahmana, berisi ajaran tentang hal-hal sesaji.
·
Kitab Upanishad, berisi ajaran ketuhanan dan makna hidup.
Agama Hindu menganut polytheisme (menyembah banyak dewa), diantaranya
Trimurti atau “Kesatuan Tiga Dewa Tertinggi” yaitu:
v Dewa Brahmana,
sebagai dewa pencipta.
v Dewa Wisnu,
sebagai dewa pemelihara dan pelindung.
v Dewa Siwa,
sebagai dewa perusak.
Selain Dewa Trimurti, ada pula dewa yang banyak dipuja yaitu Dewa Indra
pembawa hujan yang sangat penting untuk pertanian, serta Dewa Agni (api) yang
berguna untuk memasak dan upacara-upacara keagamaan. Menurut agama Hindu
masyarakat dibedakan menjadi 4 tingkatan atau kasta yang disebut Caturwarna
yaitu:
Ø Kasta
Brahmana, terdiri dari para pendeta.
Ø Kasta Ksatria,
terdiri dari raja, keluarga raja, dan bangsawan.
Ø Kasta Waisya,
terdiri dari para pedagang, dan buruh menengah.
Ø Kasta Sudra,
terdiri dari para petani, buruh kecil, dan budak.
Selain 4 kasta tersebut terdapat pula golongan pharia atau candala, yaitu
orang di luar kasta yang telah melanggar aturan-aturan kasta.
Orang-orang Hindu memilih tempat yang dianggap suci misalnya, Benares
sebagai tempat bersemayamnya Dewa Siwa serta Sungai Gangga yang airnya dapat
mensucikan dosa umat Hindu, sehingga bisa mencapai puncak nirwana.
Perkembangan Agama dan Kebudayaan Buddha di Indonesia
Agama Buddha diajarkan oleh Sidharta Gautama di India pada tahun ± 531 SM. Ayahnya seorang raja bernama Sudhodana dan ibunya Dewi Maya. Buddha artinya orang yang telah sadar dan ingin melepaskan diri dari samsara.
Perkembangan Agama dan Kebudayaan Buddha di Indonesia
Agama Buddha diajarkan oleh Sidharta Gautama di India pada tahun ± 531 SM. Ayahnya seorang raja bernama Sudhodana dan ibunya Dewi Maya. Buddha artinya orang yang telah sadar dan ingin melepaskan diri dari samsara.
Kitab suci agama Buddha yaitu Tripittaka artinya “Tiga Keranjang” yang
ditulis dengan bahasa Poli. Adapun yang dimaksud dengan Tiga Keranjang adalah:
ü Winayapittaka
: Berisi peraturan-peraturan dan hukum yang harus dijalankan oleh umat Buddha.
ü Sutrantapittaka
: Berisi wejangan-wejangan atau ajaran dari sang Buddha.
ü Abhidarmapittaka
: Berisi penjelasan tentang soal-soal keagamaan.
ü
Pemeluk Buddha wajib melaksanakan Tri Dharma atau “Tiga Kebaktian” yaitu:
Disamping itu agar orang dapat mencapai nirwana harus mengikuti 8 (delapan)
jalan kebenaran atau Astavidha yaitu:
·
Pandangan yang benar.
·
Niat yang benar.
·
Perkataan yang benar.
·
Perbuatan yang benar.
·
Penghidupan yang benar.
·
Usaha yang benar.
·
Perhatian yang benar.
·
Bersemedi yang benar.
Karena munculnya berbagai penafsiran dari ajaran Buddha, akhirnya
menumbuhkan dua aliran dalam agama Buddha yaitu:
·
Buddha Hinayana, yaitu setiap orang dapat mencapai nirwana atas usahanya
sendiri.
·
Buddha Mahayana, yaitu orang dapat mencapai nirwana dengan usaha bersama
dan saling membantu.
Pemeluk Buddha juga memiliki tempat-tempat yang dianggap suci dan keramat
yaitu:
·
Kapilawastu, yaitu tempat lahirnya Sang Buddha.
·
Bodh Gaya, yaitu tempat Sang Buddha bersemedi dan memperoleh Bodhi.
·
Sarnath/ Benares, yaitu tempat Sang Buddha mengajarkan ajarannya pertama
kali.
·
Kusinagara, yaitu tempat wafatnya Sang Buddha.
Perkembangan Agama Dan Kebudayaan Islam Di
Indonesia
TEORI
v Islam di bawa
oleh para Pedagang Gujarat (India)
v
Pendukungnya yaitu : Snouck Hourgonye ; W.F.
Stutterheim ; Bernard H.M. Ulekke
v
Bukti :
v
Di temukan makam nisan Sultan Malik Al-Saleh yang
berangka tahun 1297.
v
Muncul istilah jirat = paes = nisan = patok, yang
berasal dari Gujarat.
v Berdasarkan
berita Marcopolo di sebutkan pada saat singgah di Samudra Pasai ia menemukan
masyarakat sekitar sudah menganut agama Islam.
v Islam di bawa
oleh para Pedagang Persia (Iran)
v
Pendukungnya yaitu : Umar Amir
Husein ; Husein Djayadiningrat
v
Bukti :
v
Adanya Upacara Tabut di Minangkabau
v
Penemuan makam Fatimah binti Maulana, di Leran, Gresik
Jawa Timur.
v
“Leran” jika di Indonesia nama sebuah kampung/desa,
namun di Persia/Iran adalah nama suku bangsa.
v
Islam di bawa oleh para Pedagang Arab/Mesir
v
Dikemukakan oleh Hamka
v
Bukti:
v
Terdapatnya kesamaan gelar H. Malik yang digunakan di
Samudra Pasai.
v
Terdapatnya kesamaan mahzab yaitu mahzab Syafii di
gunakan di Samudra Pasai.
v
Saluran Islamisasi:
v
Perdagangan
v
Perkawinan
v
Pendidikan
v
Da’wah
v Kesenian
Tasawuf, adalah Ajaran ketuhanan yang di campur dengan ilmu-ilmu magic dan
hal-hal yang berbau mistis yang berfungsi untuk pengobatan, biasanya di
sesuaikan dengan pola pikir yang berorientasi pada Hindu-Budha sehingga di
sesuaikan dengan kondisi dan situasi lingkungan masyarakat sekitar.
Faktor Islam Cepat Berkembang
·
Syarat masuk Islam sangat mudah yaitu hanya membaca 2 kalimat Syahadat.
·
Islam menyebar ke Indonsia di sesuaikan tradisi pada saat itu.
·
Islam tidak mengenal kasta/strata sosial.
·
Penyebaran Islam dilakukan secara damai.
·
Tata upacara peribadatan Islam sangat sederhana.
·
Upacara dalam Islam pun sangat sederhana.
Perkembangan Budaya Islam Di Indonesia
·
Akulturasi
Contoh wujud Akulturasi Budaya Islam + Indonesia:
Bidang Bangunan
Contohnya:
Ø Masjid
Cirinya: atap tumpang, pondasi agak tinggi,adanya parit/kolam, adanya
serambi, bedug, kaligrafi, menara, gerbang
Ø Makam
Cirinya: cungkum (rumah makam), di tempat tinggi, nisan, hiasan kaligrafi.
Ø Seni Sastra
- Hikayat
Cerita/dongeng karya sastra melayu berbentuk prosa yang memuat peristiwa
luar biasa yang tidak masuk akal sering bertitik tolak dari peristiwa sejarah.
Contoh: Amir Hamzah, Hikayat si Miskin.
- Babad
Cerita Sejarah yang lebih bersifat dongeng merupakaan rekaan pujangga
keraton yang dianggap sebagai peristiwa sejarah.
Contoh: Babad Tanah Jawi, Babad Cirebon.
- Suluk
Kitab yang mencerminkan masalah tasawuf yaitu jalan kearah kesempurnaan
batin.
Contoh: Suluk Sukarsa, Suluk Wujil, dan Malang
Sumbing.
- Primbon
Ramalan-ramalan jawa.
C.
Kebudayaan
Barat
·
Menjelaskan
kebudayaan barat
Saat ini, kita hidup di era globalisasi. Sebuah era
dimana teknologi berkembang dengan sangat pesat. Sebuah era dimana kita bisa
melakukan apa saja dengan teknologi. Sebuah era yang dipenuhi dengan kemudahan
dalam melakukan apapun.
Di era globalisasi ini, perkembangan teknologi berjalan dengan sangat cepat, terutama teknologi informasi. Saat ini, hanya dengan mengetik nama situs di komputer, kita bisa menjelajahi dunia. Hanya dengan menekan nomor pada pesawat telepon, kita bisa berbicara dengan siapa saja yang kita mau, tidak peduli dimana mereka berada.
Jika kita lihat contoh yang ada, maka kita bisa menyimpulkan bahwa perkembangan
zaman dan teknologi memiliki dampak positif jauh lebih besar dari dampak
negatifnya. Namun pada kenyataanya, dampak negatif yang ditimbulkan pun sangat
berbahaya bagi perkembangan budaya manusia. Salah satu contoh konkret dari
fenomena ini adalah berkembangnya kebudayaan barat di Indonesia.
Teknologi informasi yang begitu pesat membuat komunikasi internasional
sangat mudah dilakukan. Dengan demikian, masuknya kebudayaan Negara lain ke
Indonesia pun terjadi secara signifikan, terutama yang paling mencolok adalah
kebudayaan barat. Saat ini, hampir semua aspek dalam kebudayaan barat telah
masuk ke Indonesia. Mulai dari fashion, makanan, bahasa, etika pergaulan,
sampai tata krama. Masyarakat Indonesia pun menerima masuknya kebudayaan barat
ini dengan tangan terbuka karena dengan demikian, itu menandakan bahwa
masyarakat kita bisa dikatakan mengikuti perkembangan zaman. Namun penerimaan
masuknya budaya barat ke Indonesia ini memiliki dampak yang membahayakan.
Masuknya kebudayaan barat ke Indonesia membuat kebudayaan asli Indonesia
sendiri menjadi pudar dalam diri masyarakat Indonesia. Hal ini sangat berbahaya
karena kebudayaan asli Indonesia adalah jati diri bangsa Indonesia. Dengan
membiarkannya pudar, maka berarti juga membiarkan Negara Indonesia dijajah oleh
bangsa barat dalam arti tertentu.
Di samping memudarkan kebudayaan asli Indonesia dalam diri masyarakat
Indonesia, masuknya kebudayaan barat pun bisa merusak kebudayaan asli
Indonesia. Kebudayaan barat yang masuk ke Indonesia tidak semuanya cocok dengan
kebudayaan asli Indonesia. Bahkan bisa dibilang kebudayaan barat banyak
bertentangan dan berbeda dengan kebudayaan Indonesia. Salah satu contohnya
adalah dalam hal tata krama dan sopan santun. Dibandingkan dengan kebudayaan
barat, tata krama bangsa Indonesia secara umum bisa dibilang lebih halus
daripada kebudayaan barat. Namun dengan masuknya tata krama barat, tata krama
Indonesia yang awalnya halus berubah menjadi kasar. Hal ini jelas tidak bisa
dikatakan sebagai hal yang baik,
Setelah ditelaah secara seksama, terbukti bahwa masuknya kebudayaan barat
ke Indonesia tidak selamanya membawa dampak positif bagi bangsa Indonesia. Maka
yang harus kita lakukan dalam menghadapi era globalisasi ini adalah menerima
kebudayaan asing masuk ke Indonesia dengan tidak melupakan budaya asli
Indonesia yang merupakan jati diri bangsa Indonesia. Dengan mampu memilah-milah
kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia, bangsa Indonesia akan menjadi bangsa
yang bergaul dan mampu menghadapi era globalisasi dengan tetap memegang jati
diri sebagai bangsa Indonesia.
·
Menjelaskan
Pengaruh dan Akibat Kebudayaan Barat di Indonesia
Masuknya
budaya asing ke indonesia disebabkan salah satunya karena adanya krisis
globalisasi yang meracuni indonesia. Pengaruh tersebut berjalan sangat cepat dan
menyangkut berbagai bidang kehidupan. Tentu saja pengaruh tersebut akan
menghasilkan dampak yang sangat luas pada sistem kebudayaan masyarakat. Begitu
cepatnya pengaruh budaya asing tersebut menyebabkan terjadinya goncangan
budaya(culture shock), yaitu suatu keadaan dimana masyarakat tidak mamapu
menahan berbagai pengaruh kebudayaan yang datang dari luar sehingga
terjadi ketidakseimbangan dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan.
Adanya
penyerapan unsur budaya luar yang di lakukan secara cepat dan tidak melalui
suatu proses internalisasi yang mendalam dapat menyebabkan terjadinya
ketimpangan antara wujud yang di tampilkan dan nilai-nilai yang menjadi
landasannya atau yang biasa disebut ketimpangan budaya.
Teknologi yang berkembang pada era globasisasi ini mempengaruhi karakter sosial dan budaya dari lingkungan sosial . Menurut Soerjono Soekanto (1990) masuknya budaya asing ke indonesia mempunyai pengaruh yang sangat peka serta memiliki dampak positif dan negatif.
Teknologi yang berkembang pada era globasisasi ini mempengaruhi karakter sosial dan budaya dari lingkungan sosial . Menurut Soerjono Soekanto (1990) masuknya budaya asing ke indonesia mempunyai pengaruh yang sangat peka serta memiliki dampak positif dan negatif.
1) Dampak Positif
Modernisasi yang terjadi di Indonesia yaitu pembangunan yang terus berkembang di Indonesia dapat merubah perekonomian indonesia dan mencapai tatanan kehidupan bermasyarakat yang adil, maju, dan makmur. Hal tersebut dihaarapkan akan mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera baik batin, jasmani dan rohani.
2) Dampak Negatif
Budaya yang
masuk ke Indonesia seperti cara berpakaian, etika, pergaulan dan yang lainnya
sering menimbulkan berbagai masalah sosial diantaranya; kesenjangan
sosial ekonomi, kerusakan lingkungan hidup, kriminalitas, dan kenakalan remaja.
a) Kesenjangan Sosial Ekonomi
Kesenjangan
sosial ekonomi adalah suatu keadaan yang tidak seimbang di bidang sosial dan
ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Artinya ada jurang pemisah yang lebar
antara si kaya dan si miskin, akibat tidak meratanya pembangunan. Apabila
jurang pemisah ini tidak segera ditanggulangi dan menimbulkan kecemburuan
masyarakat sosial yang dapat menyebabkan keresahan dalam massyarakat.
Kesenjangan sosial itu sendiri akan mengakibatkan hal- hal berikut ini:
• Lahirnya kelompok kelompok sosial tertentu seperti adanya pengamen yang banyak berkeliaran di jalanan yang menyebabkan masyarakat terganggu dan keberadaan pengamen tersebut sering menimbulkan masalah yang dapat meresahkan masyarakat sekitar disamping itu juga terdapat kelompok pengangguran yang semakin hari semakin meningkat jumlahnya dan jika tidak ditanggulangi secara cepat maka akan menimbulkan kasus atau kriminalitas
b) Kerusakan Lingkungan Hidup
Pencemaran yang terjadi di lingkungan masyarakat menimbulkan dampak sebagai berikut:
• Polusi udara, menyebabkan sesak nafas,mata pedih, dan pandangan mata kabur.
• Polusi tanah, menyebabkan lahan pertanian menjadi rusak.
• Polusi air, menyebabkan air tidak bersih dan tidak sehat isi
.
c) Masalah Kriminalitas
c) Masalah Kriminalitas
Kriminalitas
adalah perbuatan yang melanggar hukum atau hal- hal yang bersifat kejahatan,
seperti korupsi, pencurian, perkelahian, pembunuhan, pemerkosaan dan lainnya.
Dalam kriminologi kejahatan disebabkan karena adanya kondisi dan proses- proses
sosial yang sama yang menghasilkan perilaku sosial lainnya. Artinya, terdapat
hubungan antara variasi angka kejahatan dan variasi organisasi – organisasi
sosial dimana kejahatan tersebut terjadi.sebagaimana dikatakan E.H. Sutherland
( dalam Soejono Soekamto, 1990: 367) kriminalitas (perilaku jahat) merupakan
proses asosiasi diferensial, karena apa yang dipelajari dalam proses tersebut
sebagai akibat interaksi dalam pola dan perilaku yang jahat.
d) Kenakalan Remaja
Kenakalan
remaja adalah penyimpangan perilaku yang dilakukan generasi muda (sekelompok
remaja). Misalnya tawuran, perusakan barang milik masyarakat, penyimpangan
seksual, dan penyalahgunaan narkotika serta obat-obatan terlarang. Kenakalan
remaja dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor eksternal dan
internal.
1. Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari remaja atau keadaan pribadi remaja itu sendiri. Misalnya, pembawaan sikap negatif dan suka dikendalikan yang juga mengarah pada perbuatan nakal. Selain itu, kenakalan remaja dapat disebabkan karena adanya pemenuhan kebutuhan pokok yang tidak seimbang dengan keinginan remaja sehingga menimbulkan konflik pada dirinya dan kurang mampunya si remaja itu menyesuaikan diri dengan lingkungan.
2. Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri remaja itu artinya, berasal dari lingkungan hidup remaja tersebut. Misalnya kehidupan keluarga, pendidikan di sekolah, pergaulan, dan media massa. Seseorangyang hidup dalam keluarga yang tidak harmonis cenderung akan memepnyai perilaku yang kurang baik dan menyimpang dari norma dan nilai yang berada pada masyarakat. Misalnya seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan karena ia tidak tahan melihat pertengkaran orang tuanya.
D.
Pendapat
mahasiswa mengenai penduduk, masyarakat dan kebudayaan
Penduduk atau
warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua: Pertama orang yang tinggal di daerah tersebut.
Dan kedua orang yang secara hukum
berhak tinggal di daerah tersebut.Ada beberapa hal yang terkait dalam
penduduk yaitu kepadatan penduduk,pengendalian jumlah penduduk,penurunan jumlah
penduduk,transfer penduduk dan ledakan penduduk.
masyarakat
merupakan kumpulan individu – individu yang telah cukup lama bergaul mengikuti
tata cara yang sama sehingga merupakan satu kesatuan. Masyarakat sering
diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian.Pakar ilmu
sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral
nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang
juga disebut masyarakat peradaban
kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi
tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam
pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat
abstrak. Perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang
diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan
benda-benda yang bersifat nyata,
Oleh karena
itu penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan hal yang tidak dapat
dipisahkan. Kebudayaan sendiri berarti hasil karya manusia untuk melangsungkan
ataupun melengkapi kebutuhan hidupnya yang kemudian menjadi sesuatu yang
melekat dan menjadi ciri khas dari pada manusia ( masyarakat ) tersebut.
Sumber:
·
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.indexmundi.com/indonesia/population.html
·
http:// mosiolog.blogspot.com
NAMA
: RAFIATUL ISMI
KELAS
: 1 KA 07
NMP
: 17113127
Tidak ada komentar:
Posting Komentar